Ansor Bawean Hadapi Post Truth di Era 4.0

Dengan maraknya hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian yang mewarnai kehidupan kita, khususnya di media sosial, membuat pemicu terjadinya kerusuhan, intimidasi, pergeseran nilai dan ideologi oleh kelompok-kelompok tertentu, sangat meresahkan. Jika dibiarkan terus berlangsung, maka akan merusak tatanan hidup dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan hal itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Bawean gelar kajian peran Ansor dalam menghadapi Hoaks di era 4.0 di kediaman ketua PC GP Ansor Bawean sahabat Syafie, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Senin, 02/11/2020. Kajian tersebut di isi oleh Dr. Ainul Yakin asal Bawean, terlihat juga sekretaris PCNU Bawean Ust. Syarifuddin serta puluhan anggota Ansor lainnya. Selain itu, Ainul Yakin juga mengajarkan tentang tata-cara penulisan berita yang baik dan benar. Ainul Yakin mengatakan bahwa, kader-kader NU, khususnya pemuda Ansor sangatlah penting untuk mengisi di media, yang salah satu diantaranya adalah dengan menulis. "Sebagaimana kita ketahui, hari ini banyak sekali dan begitu masif para kelompok-kelompok radikalisme dan separatisme berkontribusi dalam penyebaran berita-berita hoks di media sosial", ujarnya. Dengan maraknya Post Truth atau yang disebut dengan politik pasca kebenaran, hal ini yang menyebabkan berita tidak valid, sehingga membuat masyarakat tidak bisa mengetahui kebenaran realita yang sebenarnya, bahkan hal tersebut dianggapnya sebuah kebenaran yang sesungguhnya, sehingga mudah terkontaminasi, tegasnya. Maka dari itu, Ainul Yakin berharap, agar kader-kader NU Bawean khususnya Ansor lebih aktif lagi dan berani mengungkap fakta kebenaran, dengan memperbanyak menulis di medsos supaya menjadi penyeimbang dari paham-paham radikal. Sementara itu, kebanyakan dari mereka tidak paham tentang agama, namun, dengan yakin dan beraninya mereka berdakwah tentang agama, yang saat ini banyak menguasai diberbagai media, tambah Ainul. Oleh karena itu, mari manfaatkan media sebagai sarana dakwah dan meluruskan berita yang menyebabkan keresahan, karena media tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, akan tapi juga sebagai edukasi bagi masyarakat, pungkasnya.

Published by : Saiful Hasan