Pengurus MWC NU Kepuhteluk Gelar Musyawarah Kerja Ke-2

Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kepuhteluk gelar musyawarah kerja (MUSKER) ke-2 di Masjid Baiturrahman Ranting Pegarangan, Desa Tanjungori, pada hari Jum'at, 20 November 2020. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 50-an peserta, diantaranya dari pengurus MWC NU Kepuhteluk sendiri, Lembaga maupun utusan dari Ranting-ranting se wilayah MWC NU Kepuhteluk dan terlihat juga dari PCNU Bawean serta beberapa tokoh masyarakat Pegarangan. Musyawarah Kerja ke-2 MWC NU Kepuhteluk dibuka langsung oleh K. Ahsanul Haq selaku Rais Syuriyah MWC NU Kepuhteluk, acara tersebut berlangsung dari pukul 13.00 - 16.30 WIB. Adapun susunan acara, meliputi; Pembacaan Ayat Suci Alqur'an oleh Al-Hafiz dari Pengurus Ranting Grejeg, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Ya Ahlal watan oleh Himawan Prasetio dari Pengurus Ranting Langkap. Acara Musyawarah yang digelar dalam masjid ini membuat suasana menjadi khidmat selama pelaksanaan berlangsung. Ketua Tanfidziyah MWC NU Kepuhteluk Ust. Fauzi Usman menyampaikan dalam sambutannya bahwa, terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu demi lancarnya kegiatan ini, paparnya. "Musyawarah kerja ini merupakan keniscayaan bagi jalannya organisasi serta sebagai evaluasi terhadap program kerja setahun yang lalu, di samping lain resufle pengurus juga perlu dilakukan demi kelancaran semua kegiatan yang ada di kepengurusan MWC NU Kepuhteluk maupun disetiap Ranting-ranting, lanjut Ust. Fauzi Usman. Tunjukkan bahwa pengurus MWC Kepuhteluk memiliki kemampuan dalam bidangnya masing-masing, dan juga memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat, niatkan betul bahwa kita menjadi pengurus NU akan mendapatkan barokah dunia-akhirat, tegasnya. Sementara, menurut Rois Syuriah MWC NU Kepuhteluk K. Ahsanul Haq, selama ini implementasi program yang telah dicanangkan masih belum maksimal, hal ini butuh solusi yang tepat agar program bisa terealisasi secara maksimal. K. Muhammad Fauzi selaku ketua Tanfidziyah PCNU Bawean juga menyoroti akan pentingnya sebagai pengurus NU agar memiliki beberapa konsep. Menurut K. Fauzi, kerja NU bukan di lokasi musyawarah, namun pelaksanaannya di lapangan dan setidaknya memenuhi beberapa idealitas, antara lain: Idealitas ideology, idealitas haroky (gerakan), idealitas moral dan perlu nya kaderisasi di lingkungan NU, ungkapnya. "Munculkan program yang bisa dilaksanakan demi hasil yang maksimal, atau sebelumnya ada program kerja yang belum tercantum namun sudah dilaksanakan, hal seperti ini usahakan untuk dilegalkan melalui program kerja, atau bahkan perlu memunculkan lembaga khusus, seperti penanggulangan narkoba di wilayah MWC NU Kepuhteluk, itu juga perlu dibahas", tandasnya. Harapan besar pengurus MWC NU Kepuhteluk, sebagai bagian dari ormas yang moderat dan toleran, bagaimana agar mampu meredam kemaksiatan, terjaganya keimanan yang berhaluan Aswaja, generasi mudah jauh dari narkoba, namun tetap dengan cara yang santun dan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait. Alhamdulillah, Musker ke-2 ini berjalan dengan sukses dan lancar yang melahirkan keputusan-keputusan penting, dengan hal ini diharapkan agar pengurus tetap komitmen demi menjaga stabilitas roda organisasi di wilayah MWC NU Kepuhteluk.

Published by : Aminuddin